Tapi sekarang mau berbagi berkat, berbagi Firman Tuhan yang sebenernya baru dibagiin kemarin pas kotbah di First Community pas tanggal 23 Juli 2017... Gila ya kotbah.. wkwkw.. Tapi ya semua karena Tuhan Yesus bukan karena saya yang super.. Ini kotbah ke- 3 saya, pada awalnya, niat banget ngetikin semua kotbah ato sharing yang pernah saya bagiin di dunia nyata, tapi karena saya pamalesan baru terealisasikan sekarang... Karena bukan karena rajin, tapi memang pas persiapan, niat bikin kaya blog biar pas ngeshare di gereja lebih gampang dan lebih fokus.. Kan situ tau, kalau saya kadang suka ngawur banget, kalo udah ke distract.. ahahha... Okey terlalu banyak pembukaan gak pentingnya, langsung aja dibaca... Semoga bisa jadi berkat ya...THE FALLEN of Saul
Sebenernya kotbah ini merupakan satu rangkaian yaitu THE FALLEN Series pada bulan Juli yang ada di gereja urang, First Community, GIA Lengkong Besar.
Minggu Pertama ngebahas tentang Kegagalan Kain, dibawain sama Youth Pastor yang merangkap sebagai Ketua di First Community yaitu Steeven Adrian. Beliau jelasin, Kain jatuh karena sikap hatinya yang gak beres. Hatinya yang sombong alias tinggi hati, hatinya yang keras, dan hati yang yang gak mau dikoreksi.
Minggu Kedua ngebahas tentang Kegagalan Imam Eli, dibawain sama Magdalena Santosa, salah satu Leader di First Community yang gila banget lah hidupnya. Beliau jelasin kejatuhan Imam Eli karena ia tidak menjaga hidupnya sebagai orang yang dipilih Allah, ia tidak menjawab panggilan Allah dan juga ia mengabaikan peringatan Allah.
Minggu Ketiga ngebahas tentang Kegagalan Yeremia, dibawain sama Pembina sekaligus Penatua First Community yaitu Om King-King alis Danny Christiadi. Yeremia dianggap gagal menjadi seorang nabi karena tidak ada perubahan yang terjadi semasa dia hidup. Tapi dia berhasil di mata
Allah karena selalu setia dan taat kepada Allah.
Dan saya kebagian di minggu Keempat bahas tentang Saul.
KING
Saul itu adalah seorang Raja pertama Israel, raja yang diminta oleh bangsa Israel. Dia berasal dari suku Benyamin. Dia berasal dari keluarga yang berada, keluarga yang dianggap penting. Dia memiliki fisik yang cocok sebagai Raja (Raja pada zaman itu memiliki tugas untuk menjadi pemimpin perang)(1 Samuel 9:1&2). Tapi dengan kelebihan yang ia miliki, Saul merasa dirinya bukan siapa-siapa, Ia mengecilkan dirinya sebagai suku yang kecil dan yang hina.Apa hubungannya dengan kita?
Kita, orang-orang percaya pun punya panggilan seorang Raja sama seperti Saul. Menjadi orang yang berpengaruh, menjadi kepala, menjadi penguasa.
Gak percaya?
Ulangan 28:13a Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor.Ini jelas banget kan ya?
Yohanes 1: 12 Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya
Roma 8:17a Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris.Ketika kita percaya Tuhan Yesus sebagai Raja di atas segala raja, otomatis status kita naik jadi anak Raja yang juga berkuasa. Dan juga menjadi ahli waris.
Tapi kadang ketika kita tahu destiny kita, kita mengecilkan diri kita sendiri. Ngerasa diri kita gak bisa apa-apa, ngerasa kita bukan dari keluarga berada atau penting, ngerasa gak punya keistimewaan khusus apapun. Sama kaya Saul, walaupun keadaan sedikit berbeda. Dia mah punya kualifikasi seorang pemimpin. Tapi dia tetep gak percaya diri. Kenapa sih Saul gitu? Saul kurang mengenal siapa dirinya. Ia berasal dari suku Benyamin yang ia pikir suku terkecil dan suku yang hina. Kalau kita pelajari apa suku Benyamin itu. Benyamin punya arti yang sangat luar biasa yaitu anak dari tangan kanan atau bisa disebut juga TANGAN KANAN ALLAH. Kalau kita belajar ungkapan di Bahasa Indonesia, tangan kanan Allah adalah orang kepercayaan, Dan ini bukan tangan kanan orang biasa loh tapi tangan kanan ALLAH.Ketidaktahuan Saul akan siapa dirinya membuat apa yang ada di dirinya gak berguna.
Percuma kita punya mobil bagus, ada bensinnya tapi kita gak tau mau kemana. Tapi ketika kita tau tujuan kita, kita bakal pakai segala cara untuk mencapai tujuan kita, naik angkot atau gojek sekalipun.
Nah itu lah kelebihan kita, kita tau Destiny kita menjadi seorang Raja. Dan percayalah apa yang Tuhan janjikan itu akan terjadi dalam hidup kita.
MISTAKES
Setelah kita tau apa Destiny kita, kita perlu capai dan jaga. Kita belajar dari kesalahan Saul, supaya kita gak jatuh dalam hal yang sama. Kita harus menyadari sebagai anak Tuhan, sebagai leader kita punya pengaruh yang besar buat lingkungan kita. Bukan masalah hal yang baik aja, tetapi masalah hal yang buruk juga itu berpengaruh untuk orang lain.
Apa sih kegagalan Saul?
Di judul perikop aja udah keliatan ya apa kegagalan Saul. Saul tidak taat.
Ketidaktaatan - KBBI - pembangkangan, pendurhakaan, ketidakpatuhan, pemberontakanPemberontakan Saul gak bisa ditolerir sama Allah, karena itu akan berdampak ke bangsa Israel. Tuhan memilih Saul untuk menjadi raja untuk memimpin bangsa Israel menjadi lebih baik. Tapi saat Saul memberontak kepada Tuhan dengan tidak menaati apa yang Tuhan perintahkan, gimana jadinya dengan Bangsa Israel?
Ada 4 Hal, yang menjadi titik kegagalan Saul. Let's cekidot!
1. GOD's COMMAND - 1 Samuel 13:13
Saul gagal dalam melakukan perintah Allah. Sebelum
peperangan itu terjadi, peristiwa di Gilgal itu sudah dinyatakan oleh Allah
melalui Samuel pada saat Saul diurapi. 1 Samuel 10:1-8, dan beberapa terjadi
pada saat itu merupakan janji Allah yang menjadi tanda untuk Saul. Tapi ada
satu hal di Gilgal yang belum terjadi, dan itu terjadi setelah 2 tahun Saul
memerintah.
Mengapa Saul gagal dalam melakukan Perintah
Allah? Apa penyebabnya ia tidak melakukan Firman Allah? Kegagalan Saul terjadi
ketika ia tidak sungguh-sungguh mendengar apa yang diperintahkan Allah
kepadanya.Saul tidak mendengarkan Firman Tuhan secara utuh Padahal ada peringatan ‘camkan’ dan itu hanyalah satu hal yang Tuhan
suruh ia lakukan, yaitu menunggu 7 hari di Gilgal.
Sadar gak sih kadang kita juga sama kaya Saul. Gak mendengarkan perintah Tuhan secara utuh dan sungguh-sungguh. Kadang kita antusias dengan Firman Tuhan yang berisi janji Tuhan. soal berkat, soal mujizat. Tapi ketika masuk bagian, apa yang kita harus lakukan, kita tutup telinga, bahkan melupakan hal itu. Padahal itu kenyataannya satu-satunya bagian kita. hahaha.. Miris sih tapi kejadian ini ada di Firman Tuhan loh.
2 Timotius 4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
2. AUTHORITY - 1 Samuel 13:8-9 ; 10:8
Saul melangkahi Samuel untuk membakar korban bakaran
dan keselamatan. ‘melangkahi’ bentuk ketidaktundukan Saul terhadap otoritas. Karena ia punya otoritas, Saul tidak menghargai otoritas orang lain yaitu Samuel. Otoritas adalah hak untuk bertindak. Saul salah persepsi sama otoritas yang Tuhan beri, ia merasa setelah ia menjadi Raja ia juga berhak untuk mempersembahkan korban padahal itu adalah otoritas Samuel.
Ini adalah peringatan bagi kita. Meskipun kita punya destiny seorang raja, bukan berarti kita bisa melupakan otoritas orang lain. Kita masih hidup bersama orang tua kita, kita harus tunduk sama orang tua kita. Begitu juga sama guru kita, bos kita dan bahkan yang tersulit adalah orang yang mungkin di 'bawah' kita.
3. HOLINESS - 1 Samuel 13:8-9 ; 10:8
Poin ini gak langsung saya ambil dari Saul tapi sadar
gak sih 3 dari tokoh yang dipakai pada bulan ini, berkaitan dengan korban
bakaran. Korban bakaran ngomongin persembahan. Kain tidak memberikan korban
bakaran dengan iman, Imam Eli memandang loba pada korban bakaran. Dan Saul
melangkahi otoritas untuk korban bakaran. Korban bakaran punya makna penting,
dan kita lihat gak ada kesalahan yang ditoleransi saat berkaitan dengan korban
bakaran. Di mana titik salahnya? Korbannya benar, tapi sikap orang yang
mempersembahkannya salah. Di perjanjian lama, yang mempersembahkan korban
adalah seorang Imam. Imam yang sudah diurapi, sudah ditahirkan, sudah
dikuduskan. Bukan orang yang sembarangan tapi orang yang sudah dikhususkan oleh
Tuhan.
Pada zaman ini,kita memberikan persembahan dalam bentuk uang, pujian, waktu kepada Tuhan tanpa perantara, jadai kita perlu menjaga kekudusan hidup kita, supaya persembahan kita menyenangkan hati Tuhan. Sebagai para pelayan Tuhan dan leader pun, kita perlu menjaga kekudusan hidup kita, karena yang kita persembahakan adalah talenta, kemampuan, dan waktu kita. Dan apa yang sebenaranya Tuhan mau kita persembahkan?
Roma 12:1 Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu supaya kamu mempersembakan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.4. RESPONSE - 1 Samuel 13:11-12
Apa respon yang diberikan Saul? Membela diri dengan memberikan penjelasan, menyalahkan keadaan dan membenarkan diri. Inilah kesalahan terbesar seorang Saul. Dia merasa diri benar padahal sudah jelas dia salah. Ketidakmauan ia untuk bertobat, membuat perkenanan Allah hilang. dan membawa ia kepada kesalahan-kesalahan lainnya.
RESPONSE
Apa yang harus kita lakukan terhadap semuanya itu?Supaya kita gak gagal sama seperti Saul?
F ESS UP as a RESPONSEFess Up artinya adalah mengaku.
1 Yohanes 1: 9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan
A BIDE in HOLINESSTinggal dalam kekudusan
L OYAL to AUTHORITYTunduk terhadap otoritas yang ada. Bahkan yang ada di bawah kita.
Loyal artinya tindakan memberi atau menunjukan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau isnstitusi
L isten to every GOD's COMMANDDengarkan setiap Firman Tuhan. Perhatikan apa yang menjadi bagian kita.
Sebelum kita FALL, mari kita FALL - Fess Up, Abide, Loyal, Listen
Belajar dari Daud. Daud menjadi sosok yang berhasil menjadi Raja. Ia mau mendengarkan Allah dalam setiap kesempatan (peristiwa di Kehila), Ia tunduk kepada otoritas (tidak membunuh Saul), tapi mungkin ia jatuh dalam masalah kekudusan (berzinah dengan Batsyeba). Tapi ketika ia melakukan kesalahan, ia kembali mau mendengarkan Allah, ia mau tunduk kepada Nabi Natan, ia mau mengakui kesalahannya, Dan apa yang ia dapat? Baca 2 Samuel 12:13b
The LORD will forgive you, even for this sin. You will not dieTuhan akan mengampuni apa yang Daud perbuat, dan ia tidak pernah 'mati'. Kita lihat nama Daud tidak pernah Tuhan lupakan bahkan dalam Perjanjian Baru yaitu YESUS KRISTUS, anak DAUD.
Apapun dosa yang kita lakukan, datang kepada Tuhan. Dan Ia akan mengampuni kita.
Nih mau share juga lagu ciptaan Alvin Christopher. Yang kemarin saya pakai untuk nutup kotbah....
God bless..




No comments:
Post a Comment